namelos

Sebuah Cerita Tentang Sang Pejantan Alpha

Mari kita sambut kelahiran video klip perdana dari Totem Zero Level, laskar punk dari tanah Siliwangi yang (mengaku) sudah jinak tapi pada kenyataannya tetap rajin memproduksi materi-materi yang galak. Video klip “Namelos” ini adalah salah satu contohnya.

Jika penasaran tentang liriknya dan arti judul lagunya, jangan tanya saya. Saya sama sekali tidak tahu.  Jika anda tetap penasaran, silakan kopi video ini ke USB lalu naik angkot menuju cabang Goethe Institute terdekat. Yang saya ketahui dengan pasti adalah lirik lagu ini bercerita tentang para pejantan alpha, atau bahasa intimnya adalah “preman”. Makhluk yang bisa diumpai dengan mudah di terminal, spot ngetem angkot, kios rokok, atau di ujung gang rumah anda.

Mungkin lirikya memang sengaja dibuat dalam bahasa antah berantah supaya para personilnya tetap aman jika lagu ini bocor ke tangan sindikat preman setempat. Tapi jangan takut, anda akan tetap aman jika menonton video klip ini di Youtube karena para pejantan alpha akan cenderung lebih tertarik dengan kartu gapleh dan poker daripada melirik monitor komputer. Dan jika anda kepergok sedang memutar lagu ini keras-keras oleh seekor pejantan alpha yang tinggal di rumah sebelah, no problemo. Sebotol jamu intisari akan menyelesaikannya dengan cukup mudah.

Jika anda sudah mendengar lagunya dan ingin mengadopsi style sang pejantan alpha, silakan berburu item-item fashion di bawah ini:

  • Jaket kulit atau jaket jeans bulukan.
  • Topi berlogo “Benetton” untuk menyamarkan kebotakan.
  • Kaos caleg atau kaos partai. Partai manapun boleh.
  • Celana levis model pipa, yang warnanya sudah sulit dibedakan antara putih atau biru muda. Kalau bisa yang panjangnya di atas mata kaki alias ‘ngatung’.
  • Kumis ala Andy Noya atau Roy Suryo.
  • Sepatu tenis New Era atau Reebok. Kalau tidak punya, sandal cap burung walet atau sandal kulit juga boleh.
  • Kacamata Ray-Ban KW Sekian dari PKL terdekat.
  • Satu set kartu domino cap “Kalong”.
  • Cincin bermata batu akik warna-warni. Makin banyak makin bagus.
  • Sedikit debu untuk memberi aksen warna coklat di seluruh tubuh, sekaligus mempertegas kesan macho dan seram.

Sudah terkumpul semua barangnya? Mari, kita bergaya ala pejantan alpha..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s