Terry

The Other Side Of Terry

Terry

Penyanyi yang beken lewat hit single “Janji Manis” ini kembali lagi di tahun 2011 dengan album terbarunya “Are You Ready” yang bernuansa rock. Image manis mendayu-dayu di album perdananya ia lepaskan, dan kini Terry hadir dengan karakter yang lebih maskulin. Musik yang bergeser cukup jauh dibanding album  pertamanya yang kental dengan nuansa soul & jazz. Selama kurang lebih setengah jam, penyanyi yang punya nama lengkap Terryana Fatiah  ini berbagi cerita tentang image barunya dan kenapa ia jarang aktif di dunia maya. Check this out!

Apa sempat ada ketakutan kalau album ini ngga bisa menyamai kesuksesan album sebelumnya?

Pasti ada sih, karena image Terry di album sebelumnya itu kan udah nempel banget di orang-orang. Sebenarnya kalau dilihat dari segi musikalitas sih lagu-lagu di album baru ini ngga kalah dengan album sebelumnya. Cuma yang bikin tegang adalah karakternya yang beda di album ini. Kalau “Janji Manismu” kan mendayu-dayu banget, melayunya kental banget. Kalau ini tuh bener-bener kayak teriakan suara hati, rock banget. Makanya takutnya orang tuh pada ngga bisa terima karena sudah nempel banget dengan image-Terry yang mendayu-dayu itu. Kalau bisa dibilang album yang ini tuh sebenarnya upgrade-nya dari “Janji Manismu”.

Karakter vokalnya juga berubah ya?

Pastinya. Karena waktu main soul, jazz itu kan banyak improvisasi. Tapi kalau rock ngga perlu terlalu banyak improvisasi. Yang penting orang cukup mudah untuk sing-along, nyanyi bareng. Itu yang susah. Karena pada dasarnya gue terbiasa dengerin musik jazz dan soul. Tapi konsep ini pun gue yang minta. Jadi gue ingin menantang diri gue sendiri, gitu.

Dari label sendiri ada target khusus?

Ngga ada sih. Alhamdulillah, label ngga pernah maksa. Karena gini, waktu akhirnya ngeluarin album aja banyak orang bilang “Gila, jaman lagi kayak gini nekat banget lu ngeluarin album?” Orang-orang lagi pada musim pembajakan segala macem. Gue syukurin aja apa yang udah ditawarin sama produser gue. Alhamdulillah dikasihnya album. Masalah bayangan targetnya akan berapa, ngga terlalu dipikirin sih. Yang pengen gue lakukan sekarang adalah gimana caranya gue datengin fans-fans gue yang udah banyak teriak-teriak karena gue udah ngga ngeluarin album selama 4 tahun.

Jarak 4 tahun itu menurut lu terlalu lama ga?

Terlalu lama, dan itu salahnya gue. Karena keasyikan manggung dan gue harus nyelesaiin skripsi, beresin kuliah. Sementara kuliah itu sebenarnya udah terlalu lama gue tahan-tahan karena kerjaan. Akhirnya kuliah terbengkalai. Dan gue ngga mau kalau kuliah harus keputus di tengah jalan, kasihan orang tua.

Kalau respon album ini tidak sebagus “Janji Manis” apa akan kembali ke karakter yang mendayu-dayu?

Jujur gue orangnya sering out of concept. Jadi gue orangnya menerima perbedaan. Karena menurut gue musik itu ngga ada yang bagus atau yang jelek, tapi itu masalah lu suka atau ngga. Iya ngga sih? Saat lu suka lu dengerin, saat lu ngga suka ya lu tinggalin. Jadi gue ngga pernah memaksakan diri gue untuk harus selalu diterima. Jadi kalau memang ternyata konsep yang ini ngga banyak orang yang suka ya gue ngga memaksakan diri untuk harus balik lagi atau tetap bertahan.

Yakin albumnya bisa diterima?

Kenapa gue yakin album ini insyaAllah bisa diterima?, orang Indonesia itu menurut gue rata-rata kayak kura-kura. Mereka itu sebenarnya lunak dan ditutupi oleh tempurung yang keras. Dan begitu juga dengan rock. Orang yang rock itu rata-rata pendiem, dan mereka cuma bisa teriakin itu lewat lagu. Jadi intinya selama ini album dari lubuk hati, merepresentasikannya benar-benar setulus hati, insyaallah orang juga bisa ngerasain.

Dalam memilih job, lebih penting kenyamanannya atau duitnya?

Before I entertain people, I have to entertain myself. Kalo gue ngga nyaman, giamana caranya gue bisa ngehibur orang-orang? Jadi itu sangat berpengaruh kepada apa yang lu pilih. Kalo gue udah nyaman misalnya, bukan cuma penontonnya aja, tapi gue juga merinding di atas panggung. Dan itu ngga bisa diukur dengan uang. Lu mau dibayar berapapun tapi penontonnya diem aja, ya ampun, itu ngangkatnya susah banget.

Selama ini kepuasan materi & batin itu sudah berimbang?

Berimbang, Alhamdulillah. Gue ngga terlalu banyak complain sih orangnya. Kalau kita udah bikin perencanaan terus ada yang kelewat, ya Allah kan punya aturan sendiri. Sisanya, tinggal gue ikhlas atau ngga ngejalaninnya dan kadang-kadang tantangan itu membuat lu lebih siap lagi untuk kedepannya.

Dalam satu hari, berapa jam yang dihabiskan untuk online?

Sehari? No.. Kalo ada kerjaan, baru gue buka internet. Not even a week. Sebulan paling satu jam, karena gue paling cuma buat cari lirik, download lagu, that’s it. BB aja gue ngga punya. Haha.. Handphone gue CDMA, lebih murah. Haha..

Memang bukan pecandu online ya?

Bukan, itu jeleknya gue disitu tuh, disaat gue butuh promo, di saat orang pengen keep contact sama gue. Gue tuh orangnya kalau udah di rumah, gue sama keluarga. Begitu lagi kerja, gue nikmatin yang kayak gini-gini (wawancara). Gua ngga mau ribet ngutak-ngatik handphone. Mana, ada ngga handphone di tangan gue?

Ngga tertarik terhadap situs social networking?

Biasa-biasa aja. Saat butuh gue tertarik, kalo lagi ngga butuh ya ngga. Sesuai kebutuhan aja.

Terus selama ini gimana menjalin hubungan dengan Fans?

Facebook paling. Masih jaman ya Facebook? Haha.. Itu pun yang ngurus manajemen. Yang ngejawab kalo ada pertanyaan sih emang gue, tapi gue minta diketikin. Hahaha..

Kalau Twitter? Sekarang kan banyak artist yang memakai Twitter untuk promosi & interaksi dengan fans..

Sekarang sih gue udah mulai bilang itu penting sih. Karena nyaris semua orang marah-marah sama gue nyuruh gue untuk buat Twitter.

Jadi sudah ada niat bikin @Terry_official misalnya?

Gue baru anggap itu penting loh, belum membuat. Karena, gue bukan tipe orang yang selalu update setiap gue punya kegiatan. Yang gue update adalah kerjaan gue, dan itu yang ngurusin adalah manajemen. Dan gue emang bukan tipe orang yang banci eksis kalo udah kerja. Udah ada tim promo, udah ada radio, udah ada lu semua yang mau bantuin gue, ngapain gue ribet-ribet lagi angkat disitu (Twitter)?, iya ngga sih?, jadinya gue mikir “Kayaknya gue belum butuh deh.” Ini tinggal gimana caranya gue maintain hubungan sama orang secara langsung, kayak gini. Malah lebih enak. Lu bisa lihat mata gue, mana yang bener mana yang bohong lu bisa bedain.

Setuju dengan anggapan kemajuan teknologi sekarang itu “Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”?

Setuju, setuju. Bener banget. Beberapa kali sempat mengalami juga. Gara-gara teknologiiiii. Hahaha..

One thought on “The Other Side Of Terry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s