Kejadian Menyeramkan di GOR Padjadjaran

Kejadian ini saya alami beberapa hari yang lalu, saat sedang meliput penutupan sebuah turnamen futsal yang diadakan sebuah komunitas anak SMA di GOR Tri Lomba juang. GOR ini adalah bagian dari kompleks sarana olahraga Padjadjaran, Bandung. Tentu saja lokasinya juga terletak di jalan Padjadjaran.

Kompleks sarana olahraga ini terdiri dari beberapa bangunan besar, serta disampingnya terdapat lapangan multifungsi yang luas. Tempat parkirnya cukup lapang, dengan pohon-pohon besar yang melindunginya. Menurut catatan sejarah, sarana olahraga ini dulunya adalah bekas kompleks pemakaman warga Belanda pada jaman penjajahan, sebelum kemudian digusur dan dibuat sarana olahraga seperti sekarang ini.

Konon kompleks sarana olahraga ini banyak ‘penghuninya’. Sebelumnya saya juga sempat mendengar beberapa cerita kejadian seram dan aneh yang terjadi di daerah ini. Tapi saya tidak ambil pusing. Apalagi, saya belum pernah mengalaminya sendiri. Yah, setidaknya sampai hari dimana saya datang untuk meliput turnamen futsal itu.

Waktu sudah menunjukkan jam 4 sore ketika saya tiba di GOR tersebut. Acara sudah dimulai, dan saya pun segera masuk untuk meliput dan memotret.

Pada saat break acara, saya pun beranjak dari lapangan untuk duduk dan beristrirahat di tribun, bergabung dengan beberapa penonton yang sedang duduk disana. Saya memilih tempat di pojok sebelah kiri yang lebih sepi, karena saya tidak mau terganggu oleh suara obrolan dan teriakan dari kerumunan penonton yang cukup berisik. Jarak saya dengan penonton terdekat cukup jauh, kira-kira lima meter.

Begitu duduk, saya langsung menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya perlahan sambil mengecek hasil foto saya barusan. Saat saya selesai mengecek foto dan merubah posisi duduk, terjadilah keanehan itu. Saya merasakan rokok yang terjepit diantara jari saya bergerak, seperti ada jari yang menepuknya. Saya kaget, karena tepukan itu terasa cukup keras. Tidak hanya sekali, tapi dua kali. Malah di kali kedua, rokok saya sampai hampir terlepas dari tangan.

“Sialan. Siapa nih yang iseng nimpuk rokok di tangan orang?” batin saya.

Saat itu saya berpikir kalau ada penonton iseng yang melempar sesuatu ke arah rokok yang saya pegang. Tapi setelah saya periksa, di sekitar tempat duduk saya tidak ada sesuatu yang cukup keras dan berat untuk dilemparkan, apalagi dari jarak sejauh itu. Dan di tengah kebingungan saya, tiba-tiba tepukan di rokok yang saya pegang itu terasa kembali untuk ketiga kalinya. WTF?!

“Damn. Ngga asyik nih mainannya,” pikir saya. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pindah ke tribun seberang. Dari sana, saya memandang ke tempat saya duduk sebelumnya, sambil menyelidiki siapa kira-kira orang yang berbuat iseng pada saya. Tapi saya tetap tidak bisa menemukan penjelasan logis tentang kejadian tadi.

Apalagi, dari tempat yang sekarang saya bisa melihat bahwa jarak saya dengan penonton lain ternyata lebih jauh dari yang saya kira sebelumnya. Tidak mungkin ada yang bisa melemparkan sesuatu dari jarak sejauh itu dan bisa tepat mengenai rokok di tangan saya. Apalagi sampai tiga kali. Kecuali kalau orang itu adalah lulusan sekolah penembak jitu atau panahan mungkin. Itu pun masih ada kemungkinan meleset atau mengenai badan saya.

Setelah berpikir cukup lama, tiba-tiba saya teringat dengan cerita-cerita aneh seputar GOR ini. Ah, sialan. Saya jadi langsung merinding. Apa ada ‘penghuni’ disana yang mengisengi rokok saya ya?

4 thoughts on “Kejadian Menyeramkan di GOR Padjadjaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s