Pink Pony Club: Wanita Berponi dan Gombal Tingkat Tinggi

Seri postingan ini diambil dari arsip tulisan yang saya buat untuk Grey Magazine, edisi November 2009. Edisi tersebut membahas tentang band-band yang sedang merajai scene musik lokal di Bandung ketika itu. Enjoy!

Text & Pic by Agung “Torro” Trianto

Pink Pony Club: (dari kiri) Adit, Dani & Gomien

““Tujuan kita membuat album juga sebenarnya cuma untuk mendokumentasikan hasil karya kita aja. Bahwa pernah ada band yang bernama Pink Pony Club, walaupun ngga banyak orang yang tahu juga,” ujar mereka.”

Band ini berawal dari empat orang mahasiswa perantauan asal Jakarta yang terdampar di Bandung untuk melanjutkan studi. Mereka adalah Dani (gitar/vocal), Adit (gitar/vocal), Gomien (bass/vocal) dan Le-peace (drum/vocal). Nama Pink Pony Club sendiri menurut mereka memiliki arti klub pecinta wanita berponi. Dani, pendiri band ini juga masih tercatat sebagai personil Inspirational Joni dan Angsa & Serigala. “Kita emang suka banget sama wanita berponi. Pacar-pacar kita juga semuanya rambutnya berponi kok,” ujar mereka. Tapi hanya wanita mereka saja yang berponi. Dari keempat orang personil Pink Pony Club, tidak ada satupun yang berponi.

Sejak pertama kali dibentuk tahun 2005, Pink Pony Club setia mengusung musik pop rock dengan influence terbesar dari Weezer dan The Beach Boys. Saat ini mereka sudah menciptakan 17 lagu. 11 diantaranya sudah direkam, dan dua lagu dijadikan single yaitu “Ultimate Love Songs” dan “Sometimes”. Mereka juga tidak ragu-ragu untuk membuat lagu yang bertemakan cinta. “Kami ini band pengagum wanita,” kata mereka setengah bercanda.

Tampaknya ucapan mereka itu memang benar adanya. Coba saja simak lirik single mereka “Ultimate Love Songs” yang betul-betul merupakan lagu cinta dengan tingkat kegombalan yang bisa membuat seorang wanita langsung terpesona. And i’ll promise you i will stand by your side / i will lovin u untill the day that i die / and when the day is come i will die by your side / so my heart is for you and so the rest of my life. “Pada intinya hanya berisi mengenai gombalan bagi pasangan-pasangan kami. Sebuah upaya untuk semakin menghargai dan memaknai arti dari komitmen selain sebagai manifestasi konkrit perasaan kami,” seperti dikutip dari Myspace mereka. Lagu ini sebenarnya dulu diciptakan Dani untuk merayu seorang wanita agar mau menjadi pacarnya. Waktu saya tanya usahanya berhasil atau tidak, dia hanya tertawa. “Berhasil, tapi sekarang udah ngga sama cewek yang itu lagi,” Dani menuturkan.

Ciri khas dari lagu mereka adalah lirik-liriknya yang eksplisit dan straight to the point. Selain cinta, tema kehidupan dan kekeluargaan sering mereka angkat dalam lagu mereka. Ciri khas lainnya adalah seluruh personilnya ikut menyanyi. Pembagian porsi vokal betul-betul dipukul rata. Tapi kadang konsep seperti ini menyulitkan mereka saat manggung. “Kita jadi suka ngerasa down kalau jumlah mic di panggung kurang,” kata mereka. Kalau hal itu terjadi, mereka harus mengoper-oper mic setiap kali sebuah lagu selesai dibawakan. “Paling parah waktu kita main di sebuah gigs kecil di Bogor. Mic di panggung cuma ada dua, dan yang satunya digantung di atap panggung. Jadi satu-satunya mic yang tersisa kita oper-oper terus selama manggung,” ucap mereka lagi. Masalah jumlah mic ini menjadi hal yang cukup sensitif dalam mempengaruhi mood mereka di panggung, selain sound.

Saat ini mereka sedang mempersiapkan untuk rilis album pertama mereka. “Sebenarnya target kita untuk rilis udah kelewat jauh. Waktu itu kita targetin bulan April 2009 kemaren udah rilis album. Tapi sampai sekarang belum beres-beres juga. Mungkin tahun depan kita baru bakal rilis,” ujar mereka. Lambatnya proses pengerjaan album ini selain karena mereka terlalu santai, juga dikarenakan banyaknya rintangan yang mereka hadapi. Drummer mereka sekarang malah harus pindah ke Jakarta untuk bekerja di sebuah BUMN. “Dia baru bisa ke Bandung lagi mulai bulan November. Jadi sekarang kalau kita manggung kita pake drummer additional dulu,” tutur Gomien yang juga menjadi road manager Inspirational Joni.

Tujuan mereka membuat band ini sebenarnya cukup simple. Cuma untuk manggung dan membuat album. “Tujuan kita membuat album juga sebenarnya cuma untuk mendokumentasikan hasil karya kita aja. Bahwa pernah ada band yang bernama Pink Pony Club, walaupun ngga banyak orang yang tahu juga,” ujar mereka. Sebuah harapan yang tidak muluk-muluk memang. “Cintai dan nikmatilah hidup, you only live once,” pesan mereka.

 

Contact Person:

Gomien – 08174930898

Email – pinkponyclubband@yahoo.com

http://www.myspace.com/pinkponyclub1


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s