Angkuy & Nobie from Bottlesmoker

Bottlesmoker: Masih Nyaman Dengan Sistem Gratisan

Seri postingan ini diambil dari arsip tulisan yang saya buat untuk Grey Magazine, edisi November 2009. Edisi tersebut membahas tentang band-band yang sedang merajai scene musik lokal di Bandung ketika itu. Enjoy!

Text & Pic by Agung “Torro” Trianto

Angkuy & Nobie from Bottlesmoker

Siapa sangka kalau dua orang musisi kamar tidur ini ternyata tidak bisa memainkan alat musik? Dari kedua orang personil Bottlesmoker, hanya Nobi yang bisa sedikit bermain gitar. Itu pun hanya genjrang-genjreng dengan gip-grip standar.”

“Masih di Bandung euy, ieu karek berangkat ti Dipati Ukur. Hampura,”. Itulah isi sms yang saya terima dari Angkuy, salah satu personil Bottlesmoker pada jam 5 sore tanggal 8 Oktober 2009 kemarin. Hari itu saya mengundang band electro pop ini ke kantor untuk wawancara dan pemotretan edisi Rocktober. Padahal, kami berjanji untuk bertemu jam 4. Begitu mereka sampai kantor pun, rombongan Bottlesmoker langsung menyerbu tukang bakso yang kebetulan sedang nongkrong didepan kantor. Walhasil, sesi pemotretan dan wawancara pun baru bisa dimulai selepas maghrib.

Bottlesmoker didirikan pada tahun 2005. Berawal dari keisengan Angkuy mengulik program Fruity Loops untuk mengisi liburan, membuat lagu dan mencekoki teman-teman kostnya. Salah satunya adalah Nobi, yang kemudian ditarik menjadi anggota kedua Bottlesmoker. Nama Bottlesmoker sendiri terinspirasi oleh botol yang difungsikan sebagai asbak di kamar Angkuy.

Inspirasi mereka membuat lagu, berasal dari kamar tidur mereka. Itu juga kenapa mereka menyebut musik mereka dengan “bedroom music”. “Tempat terbaik buat gue bikin lagu adalah di kamar tidur di rumah gue waktu kecil di Cikalong. Tiap gue pulang kesana, pasti bikin lagu. Inspirasi sama atmosfirnya beda dengan di tempat lain. Kalo nyoba bikin lagu di tempat lain suka ngga puas sama hasilnya. Serasa ada yang kurang aja,” tutur Angkuy. “Kami tidak menyebut diri kami musisi, tapi bedroom musician. Hahaha,” timpal Nobi sambil tertawa.

Siapa sangka kalau dua orang musisi kamar tidur ini ternyata tidak bisa memainkan alat musik? Dari kedua orang personil Bottlesmoker, hanya Nobi yang bisa sedikit bermain gitar. Itu pun hanya genjrang-genjreng dengan gip-grip standar. “Alat musik kami adalah otak,” tegas Angkuy. Membuat lagu dengan sedikit skill bermusik, justru membuat musik mereka semakin unik dan tidak biasa. Namun mereka sadar bahwa mau tidak mau mereka harus bisa memainkan alat musik untuk mengeksplorasi musik mereka lebih jauh lagi. Saat sudah punya cukup banyak waktu luang, mereka akan mulai belajar lebih dalam lagi tentang musik.

Tanggal 7-16 Agustus kemarin, mereka baru saja menyelesaikan tur ke Malaysia.  Di sana mereka bermain di tiga kota yaitu Petaling Jaya, Ipoh, dan Kuala Lumpur. “Sebenernya di Malaysia jadwal main kita cuma lima kali. Tapi karena waktu kita disana penyair W.S. Rendra meninggal dan orang Malaysia ada yang bikin acara tribute untuk W.S. Rendra, akhirnya kita diundang untuk tampil juga di acara tersebut,” ungkap Angkuy. “Merchandise dan CD yang kita bawa dari Indonesia juga sold out disana,” tambah mantan jurnalis di majalah Ripple dan GReY ini. Tampilnya Bottlesmoker di Malaysia ini tak lepas dari jasa dua orang teman mereka di Malaysia, Lee Shok Sean dan Zulfadli Sufyan yang menyebarkan lagu dan merchandise Bottlesmoker disana. Tur ke luar negeri ini merupakan salah satu buah kerja keras mereka mendistribusikan lagu-lagunya ke berbagai negara melalui internet. Bahkan Angkuy menuturkan bahwa baru-baru ini mereka mendapat tawaran untuk tur di Cina, yang saat ini masih dalam proses negosiasi.

Lewat jaringan internet pula, Bottlesmoker menjalin jaringan di dunia myspace. Melalui myspace ini, Bottlesmoker melakukan metode SASE (Self Address Send Envelopes). Bottlesmoker menyebarkan lagu mereka kepada pendengarnya dengan gratis. Publik bisa mengirimkan CD-Blank ke alamat bottlesmoker dan mereka akan mengirimkan kembali CD tersebut dengan isi lagu-lagu plus sleeve covernya dalam bentuk virtual. “Sampai sekarang kami masih nyaman dengan sistem ini. Kalaupun nanti kita merilis dalam bentuk CD, paling kita Cuma pasang harga untuk ganti ongkos produksinya saja. Tapi kalau misalnya ada sponsor yang membantu, ya kita akan bagikan secara gratis,” ucap Angkuy. “Kami emang ngga berniat untuk mencari uang dari sini (musik),” Nobi menambahkan.

Musiknya gratis, manggungnya juga gratis dong? “Ya ngga lah. Kita liat eventnya kayak apa dulu. Kalo eventnya buat charity sih biasanya kita oke-oke aja manggung ngga dibayar juga. Kalo manggung kan kita bawa kru buat ngangkut alat dan segala macam, ya cari buat bayar mereka-mereka juga lah,” jawab Angkuy. Jumlah kru mereka memang lebih banyak daripada jumlah personilnya yang cuma dua orang. Setting panggung band elektronik yang jauh lebih ribet dari band konvensional membuat mereka harus betul-betul memastikan semua alat berfungsi dengan baik. Last word from them: Free + Music + Share = Love!!

Discography:

Albums

Singles 7” 2009 (Disco Ninja Records – Rusia),

Slow Mo Smile 2008 (Probablyworse Records – USA), re-released by Shining Records, INA

Before Circus Over 2006 (Neovinyl Records, Spain)

Compilations

Unsigned band compilation, 2008. CD Bonus ‘Music Record Indie Label’ Mizan books, INA

Sympathy For Indonesian Music Industry Volume 1, 2008 – Oneloop records, INA

All is well when all is one, 2008 Touched Records, INA

First Impression, 2008 Invasi Records, INA

Xmusic Mag, 2008 Attachment Compilation Handshaker Magazine, China

Mit Freunden Tanzen, 2009 Rumpfunk Records, Jerman

Contact Person:

Yulius – 08122385759 / 022 – 91350059

Pemesanan Merchandise:

Aris – 081221459259

Untuk mendapatkan CD Bottlesmoker, kirim saja CD-Blank beserta amplop dan perangko balasan ke alamat ini:

Griya Bandung Asri I Blok C No. 71, Bandung 40288

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s