SM*SH – I Heart You: Musik Bintang Satu, Gimmick Bintang Lima

Nama personilnya cari sendiri aja lah, males nyari tau saya...

Ini semua berawal dari keisengan saya saat membuka Youtube. Sebelumnya, saya pernah mendengar gembar-gembor tentang sebuah boyband yang katanya sedang digandrungi oleh para ABG. Mereka bernama Smash. Dan saya iseng mencari video klip mereka di Youtube.

Setelah saya mengetikkan nama grup itu, yang muncul ternyata bukan video yang saya cari. Kemudian saya baru tahu kalau huruf  ‘a’ di nama mereka ternyata disensor dan diganti dengan tanda bintang.Harusnya ‘Sm*sh’, bukan ‘Smash’. Ok, it’s my bad.

Entah kenapa huruf  ‘a’ itu harus disensor. Mungkin saat mereka sedang membuat draft untuk calon nama band, keyboard yang mereka pakai sedang rusak. Mungkin ada yang tahu kenapa? Tolong beritahu saya juga, ya..

Waktu saya berhasil menemukan videonya, saya kaget karena videonya sudah ditonton sebanyak 549.547 kali. Memang tidak sebanyak Shinta – Jojo, tapi itu angka yang cukup lumayan untuk ukuran video artis lokal. Dan saya makin penasaran. Akhirnya, saya pun menontonnya dengan mata kepala sendiri, setelah sebelumnya hanya membaca kehebohan tentang mereka di internet.

Yang segera saya temukan setelah memencet tombol play adalah: Enam orang pria kemarin sore, yang berdansa dengan koreografi sambil menyanyi lipsync dengan latar belakang putih yang kontras. Gaya dansanya mengingatkan saya pada video-video Boyzone atau Westlife. Gaya pakaiannya, langsung mengingatkan saya pada Tao Ming She cs dari serial Meteor Garden. Sedangkan musiknya, mengingatkan saya pada dendang lagu-lagu yang biasa diputar para supir truk di jalur Pantura, tapi dengan tempo yang lebih lambat. Dan efek vokalnya juga mirip dengan yang biasa dipakai untuk meremix lagu-lagu dangdut.

Saya pun mulai mengerti kenapa lagu ini bisa sedemikian booming. Keenam pria kemarin sore yang berjoget dan berlipsync di video ini mempunyai wajah ala foto model, yang pasti cocok dengan selera kebanyakan remaja putri yang baru menginjak usia belasan. Lirik lagunya juga penuh rayuan gombal yang bisa membuat wanita manapun yang mendengarnya meleleh.

Kenapa hatiku cenat cenut tiap ada kamu
Selalu peluhku menetes tiap dekat kamu
Kenapa salah tingkah tiap kau tatap aku
Selalu diriku malu tiap kau puji aku

Kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku
Selalu merindu romaku tyap kau sentuh aku
kenapa otakku beku tyap memikirkanmu
Selalu tubuhku lunglai tyap kau bisikan cinta

You Know me so well
Girl I need U, Girl I love U, Girl I heart U..

Itulah sebagian potongan liriknya. Lirik yang pasti disukai para wanita. Kalau saya sih bukannya hati, tapi malah kepala yang jadi cenat-cenut saat mendengar lagu mereka. Lama-lama bikin pusing. For real!

Barangkali salah satu faktor utama yang membuat mereka bisa booming adalah reaksi hormonal dari para remaja putri yang jatuh cinta saat mendengar lirik dan melihat para personilnya. Apalagi dengan model rambut rapi seperti baru keluar dari tempat tukang cukur. Mereka punya lebih banyak potensi untuk disukai wanita, dibanding musisi rock yang kebanyakan doyan berdandan liar dan acak-acakan. Dari segi fashion dan tampilan fisik, mereka jelas menang.

Dan tidak menutup kemungkinan ada juga remaja pria yang menyukai Sm*sh, karena takut pacarnya akan ngambek kalau dia tidak ikut-ikutan menyukai Sm*sh.

Dari segi musik, Sm*sh memang tidak bagus-bagus amat. Tapi mereka memang tidak perlu membuat musik yang bagus, karena cukup dengan modal gimmick promosi yang bagus mereka sudah punya potensi besar untuk menjadi hype. Kalau penampilan sudah menarik, musik cuma sekedar pelengkap. Yang penting adalah kemampuan berdansa dan mengolah vokal.

Kalo gambarnya gak muncul, berarti boybandnya udah bubar..
Smash apa Sm*sh sih?

Nilai 10 untuk musiknya, dan nilai 90 untuk visi bisnisnya (dalam skala 1-100). Siapapun yang mengorbitkan mereka, punya insting bisnis yang bagus. Entah bagaimana penampilan mereka saat live, karena saya belum pernah menyaksikannya secara langsung. Dan, mudah-mudahan, tidak akan pernah.

Pro dan kontra terhadap mereka pun terbilang ramai. Banyak yang bilang cinta mati, tapi tidak sedikit juga yang menganggap Sm*sh itu super alay.  Tapi yang jelas, buat saya di video klip ini mereka memang terlihat ‘melambai’. Entahlah keseharian mereka yang asli seperti apa. Dan ketika baru memutar videonya untuk kedua kali, hati saya sudah menjerit “Cukup, jangan lagi!” This is definitely not my cup of tea.

Kredit khusus juga patut diberikan kepada manajemen mereka yang berhasil menyerap dan menerapkan pemahaman “Children are the best target market.” Salut! Semua orang memang punya caranya sendiri untuk mencari makan. Dan mereka pun pasti mencari makan dari sini. Jadi kalau memang suka, ya silakan disupport saja. Musik Sm*sh tampak cocok untuk mereka yang sudah malu mendengar lagu anak-anak, tapi belum cukup dewasa untuk mendengar lirik-liriknya Katy perry.

Kalau ada yang penasaran dengan videonya, silakan klik disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s