Seberapa Sulit Menggeser Pantat Di Dalam Angkot?

Hal paling menyebalkan ketika baru naik angkot itu adalah kalau ada orang yang tidak mau menggeser posisi sehingga kita sulit untuk duduk. Saya sering sekali mengalami hal ini. Maklum, sehari-hari 90% mobilitas saya bergantung pada angkot. Sisanya baru naik motor pinjaman, mobil kantor atau nebeng pacar saya saat dia membawa mobil.

Dalam sehari, saya bisa sampai 8 kali naik-turun angkot. Dari jumlah itu, di hampir separuhnya saya menemukan orang-orang menyebalkan yang tidak mau menggeser tempat duduk mereka. Walhasil saya jadi sibuk mengatur posisi pantat agar bisa masuk ke space kecil diantara pantat orang-orang tersebut. Padahal, tempat kosong masih ada. Andaikan mereka mau bergeser sedikit saja, mereka akan sangat menolong penumpang yang baru naik untuk duduk.

Kadang-kadang, ada juga penumpang yang duduk di pintu tapi tak mau pindah atau bergeser ketika ada penumpang lain yang akan naik atau turun. Entah apa alasannya. Mungkin supaya gampang melarikan diri saat angkot berhenti di lampu merah. Mungkin punya bakat alami sebagai satpam. Mungkin juga dia ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi kenek angkot. Entahlah.

Yang juga menyebalkan tapi cukup menghibur adalah kalau ada perempuan yang memakai hotpants atau rok mini ikut naik di angkot. Menyebalkan karena mereka selalu duduk miring menutupi paha dan selangkangannya yang terekspos. Jadinya, tempat duduk di angkot makin sempit gara-gara posisi duduknya mereka itu. Kalau tidak mau pahanya terlihat orang lain ya tak usah naik angkot. Atau tidak usah pakai hotpant dan rok mini. Sialnya lagi, kadang-kadang pahanya itu tidak mulus, tapi dipenuhi garis lemak (singkayo/selulit). Yang agak lucu itu waktu melihat mereka salah tingkah dan berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terekspos dengan tangan, tas, atau jaket. Kadang gerakan tangannya suka heboh sendiri, mirip mengusir nyamuk. Hehehe.

Kalo mau jualan mbok ya di saritem aja, jangan di angkot..

Kadang, ada juga perempuan yang memakai celana hipster dan baju mini, sehingga kalau duduk atau turun dari angkot celana dalamnya diobral kemana-mana. Kadang, penampakan celana dalam bisa berganti dengan belahan pantat yang agak-agak berwarna kehitaman. Pretty gross! Duh, malah jadi melantur. Mari kita kembali ke topik utama seputar pergeseran pantat.

Angkot adalah alat transportasi umum, yang digunakan juga oleh umum. Jelas beda dengan taksi dan mobil pribadi. Kapasitas penuhnya adalah 15 orang. 7 di kanan, 5 di kiri, 2 di depan, plus 1 orang supir. Jadi inti dari naik angkot itu adalah berbagi kendaraan dengan orang lain, bukan?

Hak setiap penumpang angkot adalah sama: duduk tenang dan selamat sampai tujuan. Tidak peduli jauh atau dekat, tua atau muda, jelek atau cantik, hitam atau putih, semua punya hak dan kewajiban yang sama. Jadi apa sebenarnya sulitnya untuk sedikit menggeser pantat, memberi kesempatan pada orang lain untuk duduk? Ada baiknya kita mulai belajar menghormati hak orang lain dalam ruang publik. Sama halnya dengan tidak merokok didalam angkot atau di mall. Sulitkah?

Sedikit catatan: kalau yang naiknya orang mabuk atau sedikit berbau alkohol, pasti penumpang lain akan berlomba menggeser pantatnya untuk memberi tempat duduk kepada orang itu.

*ngomong-ngomong, adakah yang iseng menghitung ada berapa jumlah kata “pantat” pada postingan ini?

<!– BEGIN CBOX – http://www.cbox.ws – v001 –>
<div id=”cboxdiv” style=”text-align: center; line-height: 0″>
<div></div>
<div></div>
</div>
<!– END CBOX –>

2 thoughts on “Seberapa Sulit Menggeser Pantat Di Dalam Angkot?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s